Seri Aspek Psikologi : 1 Persepsi (Bagian 2)

Posted by peladminatihanpensiun In: Tak Berkategori No comments

PERCEPTIONDalam penjelasan sebelumnya, mayoritas dari kita menggunakan persepsi sebagai dasar acuan dalam membuat keputusan. Padahal kenyataan persepsi yang terbentuk dalam diri kita tidak mewakili kenyataan ataupun faktual yang ada saaat itu. Adapula persepsi yang ditimbulkan oleh orang lain, dan dengan begitu saja kita mempercayainya 100 % tanpa melakukan ‘check & recheck’ terhadap berita atau informasi yang kita dapatkan dari orang lain. Sehingga ketika seseorang mengambil sebuah keputusan dengan menggunakan persepsi dari dirinya sendiri ataupun orang lain maka keputusan itu menjadi bias bahkan cenderung salah dengan esensi yang ada. Oleh karena itu, untuk menghindari diri kita dari persepsi sebaiknya anda melakukan beberapa hal; sebagai berikut :

1. Hati- Hati dengan latar / Konteks

Maksud dari kalimat diatas adalah bahwa latar ataupun yang kita lihat dan rasakan terkadang tidak sesuai dengan kenyataannya. Khususnya jika dikaitkan dengan masa pra pensiun. Seseorang menganggap bahwa pensiun merupakan akhir dari segalanya, bahkan ada yang merasa bahwa pensiun adalah batas seseorang untuk berhenti melakukan suatu pekerjaan. Itulah persepsi pada mayoritas orang yang memasuki masa pensiun. Pada kenyataannya, anggapan seperti di atas bukanlah sesuatu kebenaran yang harus dipercayai, memang pada masa pensiun dalam segi kekuatan dan kesehatan sedikit berkurang, namun hal itu bukanlah pencegah kita untuk terus berkarya dan beraktivitas hingga kapanpun. Bukankah kita semestinya terus berkarya dan berkativitas selama hayat masih dikandung badan. Jadi untuk menepis persepsi itu, hendaklah bagi calon pensiunan menguasai ilmu mengenai apa yang terjadi saat pensiun, cermati informasi dengan bijak serta pilah antara persepsi dan esensi (fakta).

2. Tetaplah bersikap objektif

Dalam menjalankan kehidupan ini, kita harus objektif (fokus pada esensi) dalam mengambil keputusan. hal itu dilakukan agar keputusan yang kita ambil tepat sasaran dan jelas. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang hebat dikarenakan mereka mampu beradaptasi disegala kondisi di bumi, dari gurun pasir yang panasa dan kering hingga benua antartika yang dingin dan basah. Manusia dapat mempelajari apa saja yang ia mau. Namun Selain itu, kita harus menyadari bahwa manusia mempunyai keterbatasan dalam diri mereka sendiri. Manusia tidak dapat menguasai semua ilmu, membutuhkan istirahat, relaksasi, makan dan minum, bernafas dll. Bahkan ada anekdot yang mengatakan “ada sesuatu hal yang tidak bisa dilakukan manusia, yaitu memakan kepala nya sendiri”. Maka bersikap objektif menjadi nilai tambah kita dalam memperbaiki diri.

3. Melihat yang tidak ada

Dalam persepsi, anggota panca indera kita yang sering digunakan adalah mata. Namun, apa yang tampak di mata kita belum tentu membuktikan hal yang sebenarnya. untuk membutikan hal itu, lihat lah gambar disamping ini.

6
Bila anda melihat bahwa diantara 4 gambar bulatan diatas terdapat kotak putih, maka penglihatan anda salah. Karenakan pada dasarnya tidak ada kotak diantara 4 bulatan di atas. Mata memberikan gambaran kepada otak kemudian mekanisme otak mengolah dan menyambungkan objek yang terlihat, sehingga seakan-akan ada garis yang menghubungkan keempat bulatan tersebut. Itulah persepsi..!
Mata dan Otak kita terkadang menghubung-hubungkan sesuatu yang pada dasarnya sesuatu hal itu tidak mempunyai hubungan. Disitulah banyak timbulnya gosip dan berita yang tidak benar dikarenakan persepsi yang pada kenyataannya tidak ada.

Hati-hati dengan persepsi Anda…

99M Consulting

0 Likes

Comments: 0

There are not comments on this post yet. Be the first one!

Leave a comment